Rabu, 17 Oktober 2012

Tugas 1 Telematika



TUGAS 1 PENGANTAR TELEMATIKA

Nama                            : Mario Gemael
NPM                             : 11109548
Kelas                            : 4KA10

SOAL

1. Jelaskan peranan telematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang pendidikan!
2. Apa manfaat dan dampak negatif dari telematika, jelaskan!
3. Media komunikasi apa saja yang digunakan untuk telematika?
   4. Jelaskan perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul!

Jawab:

1.  Peranan telematika dalam bidang pendidikan, menurut Miaarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :
a.       Perpustakaan Elektronik, perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat denngan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berintraksi dengan penggunanya.
b.      Surat Elektronik (E-mail), dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
c.       Ensiklopedia, sebagaian perusahaan yanng menjajakan ensiklopedia saat ini tlah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video, audio, tulisan dan gambar, bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensiklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangna ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedia di elektronik dapat diperbaharui.
d.      Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (Digital), dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi.
e.       Tele-edukasi dan latihan Jarak Jauh dalam Cyber System, pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professioanal dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yanng bersifat pendidikan formal maupun non formal dalam suatu “cyber system”.
f.       Pengelolaan Sistem Informasi, ilmu pengetahuan tersimpan dalam bentuk dokumen yang sebagian besar tercdtak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecualli sukar diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suati sistem.
g.      Video Teleconference, keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial. 

2.  Manfaat dan dampak negatif dari telematika,
Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Manfaat yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:
a.       Penghematan transportasi dan bahan bakar,
b.      Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi produktif.
c.       Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
d.      Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

Dampak negatif, berbagai macam damapk negatif salah satunya merupakan resiko/keamanan, kerahasian, integritas, keaslian, non repudation, ketersediaan.



3.  Media komunikasi yang digunakan untuk telematika :
-          Internet
-          Handphone
-          Video Conference


4.  Perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul!
a.       Masa Pra-Satelit
Ø  Radio dan Telepon
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan oerangkat keras seadanya.
Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasi pun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PPT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia.
Lima tahun kemudian muncul PP No.55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.
Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Pada masa itu banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi menghentikan bantuannya.hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politik di Indonesia.
Pada tahun 1960-1967, hanya jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidangn telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masiih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memilki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh oleh jerman. Pada saat itu, Indonesia haya dapat membeli produk yang sama dari perusahaan yang sama yakni perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
Keleluasan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968, mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Pada masa inipun inovasi dalam pemfungsia teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Pada dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
Ø  Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962 , TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI. Pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9x11 meter tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya bertupa permainan piano tunggal oleh B.J Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukkan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 Oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya.
Tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal dibidanng penyiaran televisi. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

b.      Masa Satelit
Ø   Satelit Domestik Palapa
Satelit tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal mulanya dari sebuah konferensi di Jenewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Admnistrative Radio Conference on Space Telecomunication). Pada konferensi ini ditampilkan pula pameran dari perusahaan rakasasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes. Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknologi yang berpihak pada kepentingan Orba.